Sekolah Muslim tertua dan paling sukses di Perancis, Réussite (Ibn Rushd) School, terancam bangkrut akibat krisis finansial. Hal ini disebabkan oleh ketidakpedulian pemerintah Perancis yang tidak memberikan bantuan.
“Kami bangkrut akibat menumpuknya hutang,” kata Yvonne Fazilleau, Kepala Guru Réussite, kepada surat kabar Guardian. Hutang sekolah tersebut mencapai 300 ribu EURO. Pejabat administrasi sekolah mengatakan tidak memiliki cukup uang untuk membayar gaji pegawai dalam dua bulan ke depan. “Kami benar-benar bokek. Satu-satunya kesempatan kami adalah dengan cara keluar mencari bantuan,” imbuh Fazilleau. Sekolah ini berjalan dalam setahun belakangan karena adanya sumbangan dari sejumlah pihak.
Pemerintah Perancis menyetujui pembangunan Réussite pada Juli 2003 sebagai sekolah menengah Muslim. Dalam waktu singkat, sekolah Islam yang juga mengikuti kurikulum pemerintah tersebut menjadi salah satu sekolah tersukses di seantero negeri.
Pihak sekolah menyalahkan pemerintah yang tidak mau membantu mengatasi krisis finansial yang terjadi. Dalam hukum Perancis, sekolah agama yang mengikuti kurikulum pemerintah berhak mendapatkan bantuan. Lebih dari 8,000 sekolah Yahudi dan Kristen mendapatkan bantuan ini, sementara sekolah-sekolah Islam tidak mendapatkannya.
Réussite telah mengajukan permohonan bantuan hingga tiga kali namun selalu ditolak. “Tiap kali mengajukan permohonan, mereka selalu mengatakan berkas permohonan tersebut hilang. Saya malu mengatakannya, namun jelas bahwa pemerintah bersikap diskriminatif terhadap umat Islam di Perancis,” tandas Fazilleau.