Oleh: Chairul Akhmad | 08/06/2009

Pemuda Irak Keranjingan Alkohol

Pendudukan AS di Irak membawa petaka baru, yaitu maraknya konsumsi alkohol di kalangan generasi mudanya. Hal yang tidak pernah terjadi ketika Saddam Hussein masih berkuasa. “Saya dan teman-teman biasanya meninggalkan kampus untuk mencari bir dan makanan ringan di restoran lokal di District Mansour,” tutur Khalid, salah seorang mahasiswa sekolah bisnis di Baghdad kepada IslamOnline.net.

Menurut pemuda itu, alkohol dapat memberikannya kenikmatan dan relaksasi di tengah kerasnya kehidupan di bawah penjajahan AS. “Tak ada yang dapat kami lakukan di negeri ini, oleh sebab itu kami harus mencari cara untuk mencari kesenangan dengan teman-teman. Alkohol hanyalah bagian kecil yang dapat memberikan kenikmatan di tengah kerasnya hidup,” lanjut Khalid.

Konsumsi alkohol kini mencapai level yang sangat mengkhawatirkan di Irak, khususnya di kalangan pemuda dari beragam kelas sosial. Bahkan di tengah keluarga-keluarga yang religius, minuman alkohol dianggap sebagai suatu hal yang biasa. Selama rezim Saddam Hussein, konsumsi alkohol di tempat umum dilarang. Namun pada tahun 2005, Menteri Interior menghapuskan aturan-aturan pembatasan alkohol, nightclub dan kasino yang diberlakukan sejak tahun 1990-an.

Pemerintah mengatakan, penghapusan aturan itu dilakukan karena bertentangan dan membatasi kebebasan orang-orang Irak. Kini, bisnis penjualan alkohol diperbolehkan asalkan mendapat persetujuan Menteri Interior dan Menteri Kesehatan. Namun ketika izin tersebut telah diberlakukan, tidak ada kontrol terhadap konsumen dan tiap orang dapat membeli produk berbahaya tersebut tanpa diminta untuk membuktikan usia mereka. Bar, pub dan toko-toko minuman pernah ditutup oleh kelompok milisi setelah invasi tahun 2993, namun kini kembali marak


Beri tanggapan

Your response:

Kategori