Kaum Muslim dan non-Muslim di sebuah kota yang terletak di wilayah paling barat Kanada, akan bersama-sama membangun sebuah masjid pertama di kota tersebut. Pembangunan masjid ini memberi nafas kehidupan baru di kalangan masyarakat sekaligus membantu komunitas Muslim agar semakin menjadi bagian masyarakat Kanada.
“Pembangunan masjid ini adalah hal menguntungkan, baik bagi kota maupun komunitas Muslim. Saya melihatnya sebagai sebuah komponen untuk semakin memperkaya ekonomi dan populasi kota kami,” ujar Brian Skakun, Anggota Dewan Kota Prince George, Provinsi British Kolumbia Kanada kepada Globe & Mail.
Selama bertahun-tahun, usaha para pejabat pemerintahan kota untuk memperkaya ekonomi kawasan yang didominasi hutan tersebut selalu menemui kegagalan dalam menarik minat para profesional Muslim untuk menetap di sana. Prince George terletak sekitar 800 kilometer barat laut Vancouver, kira-kira sehari perjalanan, dari Ibukota Kanada. Para profesional Muslim dari beragam profesi seperti dokter, profesor, insinyur, ahli bedah tulang dan bedah plastik semuanya menampik tawaran untuk tinggal di kota tersebut karena tidak adanya masjid.
Kaum Muslim pun mengajukan permohonan kepada dewan kota agar diberikan izin membeli sepetak tanah untuk mendirikan masjid. Dengan adanya masjid di Prince George, diharapkan para profesional Muslim dapat terpancing untuk bersedia tinggal di sana. Mengingat minimnya jumlah masjid menjadi penghambat proses perkembangan kota, para pejabat terkait langsung menyetujui permintaan tersebut tanpa berpikir panjang.