Oleh: Chairul Akhmad | 10/07/2009

Diskriminasi Cina atas Muslim Uighur

Para pemimpin Muslim Uighur mengecam rencana pemerintah Cina yang akan merusak kawasan Kota Tua di Kashgar, sebuah kota kuno yang merupakan simbol identitas mereka. Para pemimpin ini juga mendesak komunitas internasional melakukan intervensi untuk menyelamatkan kota tersebut.

“Pemerintah Cina tak lama lagi akan menghapuskan bahasa kami dari sekolah-sekolah dan agama dari masjid-masjid,” kata Rebiya Kadeer, Ketua Asosiasi Uighur Amerika (UAA), sebagaimana dilansir IslamOnline.net. “Kini secara fisik mereka menghancurkan rumah kami, tempat usaha dan tempat-tempat ibadah kami,” lanjutnya.

Pemerintah Cina telah memerintahkan 200.000 warga kota tua itu untuk pindah secara sukarela sebelum rumah-rumah mereka dihancurkan. “Penduduk kota tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapat tentang proyek penghancuran pemukiman mereka,” kata Kadeer.

Kashgar sejak lama dikenal sebagai pusat politik dan bisnis di Xinjiang, sebuah kawasan otonomi yang dihuni mayoritas warga Muslim sejak 1955. Beijing melihat kawasan luas tersebut sebagai aset yang tak ternilai karena letaknya sangat strategis karena dekat Asia Tengah. Xinjiang juga menyimpan cadangan minyak dan gas yang melimpah.

Xinjiang dan Muslim Uighur yang berjumlah sekitar 8 juta jiwa –minoritas di Cina– kerap menjadi target dan sasaran pengawasan aparat keamanan. Mereka juga menggugat pemerintah Cina karena membangun pemukiman etnis Han –etnis mayoritas Cina- di wilayah mereka dengan tujuan untuk menghilangkan identitas dan kultur Uighur.


Tanggapan

  1. subhanalloh…semoga terdapat keadilan dibumi sana..amien


Beri tanggapan

Your response:

Kategori