Oleh: Chairul Akhmad | 10/07/2009

Perempuan Berjilbab di Parlemen

Mahinur Ozdemir, 26 tahun, membuat sejarah di Eropa. Ia menjadi perempuan berjilbab pertama yang menjadi anggota parlemen Belgia.

“Di balik kerudung ini terdapat kepribadian… ada seseorang yang ingin melakukan perubahan, yang bergerak maju dan melakukan banyak hal bagi warga Brussel,” kata Ozdemir, kepada Euronews.

Ozdemir diambil sumpahnya sebagai anggota parlemen pada 23 Juni lalu. Ia menjadi perempuan pertama di seluruh Eropa yang memakai jilbab. Pelantikan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota parlemen dan komunitas Muslim yang bangga dengan keberhasilannya menjadi wakil rakyat. Keberhasilan Ozdemir menjadi anggota parlemen Belgia dianggap sebagai sebuah kemajuan bagi minoritas Muslim.

Ozdemir adalah anggota Humanist Democratic Centre (CDH), sebuah LSM terkenal di negara tetangga Belanda itu. Ia adalah keturunan Turki yang terpilih sebagai anggota parlemen termuda. Debutnya sebagai politisi bermula sejak empat tahun lalu ketika ia aktif di CDH.

Tahun 2006, ia mengikuti pemilihan di tingkat kabupaten dan meraih kursi dewan di daerah Schaerbeek. Berbekal ijazah administrasi, ia juga anggota aktif sejumlah LSM dan pendiri beberapa organisasi mahasiswa. Walau kemunculannya sempat memicu kontoversi, namun Ozdemir tetap kukuh dengan pendiriannya. Ia ingin dianggap dan dikenal orang karena prestasinya, bukan karena jilbabnya. “Walau begitu, tak ada yang lebih berharga dari jilbab ini, dan jujur saja, sangat sulit untuk melepaskannya,” kata Ozdemir.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori